UKM ITTAQO UIN Salatiga

UKM ITTAQO UIN Salatiga

Kamis, 23 Juli 2026

Dari Piala Dunia ke Andalusia: Jejak Peradaban Islam dan Bahara Arab di Tanah Spanyol

 

(Sumber: Sosial Media FIFA World Cup)

    

Sorak sorai memenuhi  stadion. Ribuan pasang mata menyaksikan Spanyol menorehkan sejarah di panggung sepak bola dunia. Piala Dunia 2026 menjadi saksi bagaimana permainan kolektif, disiplin taktik, dan talenta-talenta muda membawa La Furia Roja kembali berdiri di puncak dunia. Nama Ferran Tores menjadi perbincangan, gol indah diputar berulang kali dan euforia kemenangan dirasakan oleh jutaan pendukung di berbagai negara.

    Namun, di balik gemerlap sepak bola modern, Spanyol menyimpan kisah lain yang jauh lebih tua. Jauh sebelum dunia mengenalnya karena trofi dan stadion megah, negeri ini pernah menjadi salah satu pusat peradaban paling maju di dunia. Di tanah yang sama, bahasa Arab pernah menjadi bahasa Ilmu pengentahuan, sementara kota-kotanya dipenuhi perpustakaan, universitas, rumah sakit, dan para ilmuan yang karyanya menginspirasi dunia.


MASUKNYA ISLAM DI TAHAN SPANYOL

    Perjalanan dimulai pada tahun 711 M. Di bawah kepemimpinan Thariq bin Ziyad, pasukan Muslim menyeberangi selat yang kini dikenal sebagai Gibraltal nama yang diambil dari bahasa Arab Jabal Tariq yang berarti “Gunung Thariq”. Setelah memenangkan pertempuran Guadalete melawan Kerajaan Visigoth, wilayah Semenanjung Iberia perlahan berada dibawah pemerintahan Islam. Sejak saat itulah lahir sebuah peradaban yang dikenal dengan nama Al-Andalus. 

    Selama hampir delapan abad, Al-Andalus berkembang menjadi salah satu pusat ilmu pengentahuan terbesar di dunia. Di masa ketika sebagian wilayah Eropa masih mengalami keterbatasan dalam akses pendidikan dan literasi, kota-kota di Al-Andalus justru menjadi tempat berkembangnya ilmu pengentahuan, seni, filsafat, kedokteran, astronomi, matematika dan sastra. Berbagai kalangan hidup berdampingan dalam banyak periode sejarah, saling bertukar gagasan dan berkontribusi dalam perkembangan ilmu. 


CORDOBA

    Di antara kota-kota tersebut, Cordoba menjadi permata Al-Andalus. Pada abad ke-10, Cordoba dikenal sebagai salah satu kota paling maju di dunia. Jalanannya telah diterangi lampu pada malam hari, sistem sanitasi berkembang dengan baik, dan perpustakaannya menyimpan ratusan tibu manuskrip. Para pelajar dari berbagai wilayah datang dan belajar kepada para ulama dan ilmuwan. 

    Di kota inilah lahir tokoh-tokoh besar seperti Az-Zahrawi, yang dikenal sebagai pelopor ilmu bedah modern, Ibnu Rusyd dengan karyanya dalam bidang filsafat memengarungi pemikiran Eropa, serta Abbas bin Firnas yang dikenal karena eksperimennya dalam dunia penerbangan. Hampir seluruh karya ilmiah penting saat itu ditulis dalam Bahasa Arab. Tidak berlebihan jika Bahasa Arab menjadi bahasa internasional bagi ilmu pengentahuan. 


ALHAMBARA DAN JEJAK BAHASA ARAB

    Jejak kejayaan itu masih dapat disaksikan melalui Istana Alhambra di Granada. Kompleks istana ini memadukan keindahan arsitektur Islam dengan teknologi bangunan yang maju pada masanya. Dinding-dindingnya dihiasi kaligrafi Arab, ukiran geometris yang rumit, serta sistem pengairan yang menunjukan tingginya kemampuan teknik para arsiteknya. Hingga hari ini, Alhambra tetap menjadi salah satu sombol paling kuat dari warisan islam di Spanyol. 

    Bahkan setelah berakhirnya kekuasaan Islam pada tahun 1492 M, jejak bahasa Arab tidak ikut menghilang. Banyak nama tempat di Spanyol yang masih berasal dari bahasa Arab, sepertu Gibraltar dari jabal thariq, Guadalquivir dari al-wadi al-kabir (sungai besar), Alcala dari al-qol’ah (benteng), Almeria, Guadalajara, hingga Medina Sidonia yang berasal dari kata madinah. Selain itu, ribuan kosakata bahasa Spanyol modern juga memiliki akar dari bahasa Arab, menjadi bukti bahwa pengaruh peradaban islam masih melekat hingga kini.

    Kini, dunia mengenal Spanyol sebagai juara Piala Dunia. Stadion dipenuhi sorak sorai, dan nama para pemain menjadi perbincangan. Namun sejarah mengingatkan kita bahwa jauh sebelum itu, tanah yang sama pernah melahirkan peradaban yang menerangi dunia..

    Mungkin trofi akan dikenang selama bertahun-tahun. Namun warisan ilmu dan peradaban akan terus hidup melampaui zaman. Dan itulah salah satu alasan mengapa Spanyol tidak hanya dikenang karena sepak bolanya, tetapi juga karena jejak sejarah yang pernah mengubah dunia.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar