UKM ITTAQO UIN Salatiga

UKM ITTAQO UIN Salatiga

Jumat, 21 Agustus 2026

UKM FAIR UIN SALATIGA TAHUN 2026

Agustus 21, 2026 0

 

Pada hari Rabu, 19 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fair yang merupakan bagian dari rangkaian Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) UIN Salatiga. Kegiatan ini bertempat di lingkungan kampus UIN Salatiga dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru serta perwakilan dari pengurus organisasi kemahasiswaan, termasuk UKM Bahasa/Ittihad Al-Thalabah Li Tarqiyah Al-'Arabiyah (ITTIQO).

​Rangkaian acara diawali dengan pembukaan stan pameran UKM yang dihiasi atribut kreatif, spanduk kebahasaan, serta penayangan informasi program kerja untuk menarik minat para mahasiswa baru dengan menyediakan barcode pendataan dan pendaftaran keanggotaan secara digital.

Acara dimulai dari pengenalan UKM ITTAQO dengan menampilkan seni-seni dalam UKM seperti ghina araby dan pemaparan mengenai sejarah, visi misi dan tujuan kedepannya UKM ITTAQO 

​Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemberian tanda tangan kepada mahasiswa baru yang diberikan oleh pengurus ITTAQO dilanjutkan dokumentasi dan foto bersama di stan pameran outdoor serta di area latar belakang (photobooth) resmi PBAK UIN Salatiga 2026. 



​Secara keseluruhan, pelaksanaan UKM Fair PBAK UIN Salatiga 2026 berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme hingga akhir acara. 


Kamis, 23 Juli 2026

Dari Piala Dunia ke Andalusia: Jejak Peradaban Islam dan Bahara Arab di Tanah Spanyol

Juli 23, 2026 0

 

(Sumber: Sosial Media FIFA World Cup)

    

Sorak sorai memenuhi  stadion. Ribuan pasang mata menyaksikan Spanyol menorehkan sejarah di panggung sepak bola dunia. Piala Dunia 2026 menjadi saksi bagaimana permainan kolektif, disiplin taktik, dan talenta-talenta muda membawa La Furia Roja kembali berdiri di puncak dunia. Nama Ferran Tores menjadi perbincangan, gol indah diputar berulang kali dan euforia kemenangan dirasakan oleh jutaan pendukung di berbagai negara.

    Namun, di balik gemerlap sepak bola modern, Spanyol menyimpan kisah lain yang jauh lebih tua. Jauh sebelum dunia mengenalnya karena trofi dan stadion megah, negeri ini pernah menjadi salah satu pusat peradaban paling maju di dunia. Di tanah yang sama, bahasa Arab pernah menjadi bahasa Ilmu pengentahuan, sementara kota-kotanya dipenuhi perpustakaan, universitas, rumah sakit, dan para ilmuan yang karyanya menginspirasi dunia.


MASUKNYA ISLAM DI TAHAN SPANYOL

    Perjalanan dimulai pada tahun 711 M. Di bawah kepemimpinan Thariq bin Ziyad, pasukan Muslim menyeberangi selat yang kini dikenal sebagai Gibraltal nama yang diambil dari bahasa Arab Jabal Tariq yang berarti “Gunung Thariq”. Setelah memenangkan pertempuran Guadalete melawan Kerajaan Visigoth, wilayah Semenanjung Iberia perlahan berada dibawah pemerintahan Islam. Sejak saat itulah lahir sebuah peradaban yang dikenal dengan nama Al-Andalus. 

    Selama hampir delapan abad, Al-Andalus berkembang menjadi salah satu pusat ilmu pengentahuan terbesar di dunia. Di masa ketika sebagian wilayah Eropa masih mengalami keterbatasan dalam akses pendidikan dan literasi, kota-kota di Al-Andalus justru menjadi tempat berkembangnya ilmu pengentahuan, seni, filsafat, kedokteran, astronomi, matematika dan sastra. Berbagai kalangan hidup berdampingan dalam banyak periode sejarah, saling bertukar gagasan dan berkontribusi dalam perkembangan ilmu. 


CORDOBA

    Di antara kota-kota tersebut, Cordoba menjadi permata Al-Andalus. Pada abad ke-10, Cordoba dikenal sebagai salah satu kota paling maju di dunia. Jalanannya telah diterangi lampu pada malam hari, sistem sanitasi berkembang dengan baik, dan perpustakaannya menyimpan ratusan tibu manuskrip. Para pelajar dari berbagai wilayah datang dan belajar kepada para ulama dan ilmuwan. 

    Di kota inilah lahir tokoh-tokoh besar seperti Az-Zahrawi, yang dikenal sebagai pelopor ilmu bedah modern, Ibnu Rusyd dengan karyanya dalam bidang filsafat memengarungi pemikiran Eropa, serta Abbas bin Firnas yang dikenal karena eksperimennya dalam dunia penerbangan. Hampir seluruh karya ilmiah penting saat itu ditulis dalam Bahasa Arab. Tidak berlebihan jika Bahasa Arab menjadi bahasa internasional bagi ilmu pengentahuan. 


ALHAMBARA DAN JEJAK BAHASA ARAB

    Jejak kejayaan itu masih dapat disaksikan melalui Istana Alhambra di Granada. Kompleks istana ini memadukan keindahan arsitektur Islam dengan teknologi bangunan yang maju pada masanya. Dinding-dindingnya dihiasi kaligrafi Arab, ukiran geometris yang rumit, serta sistem pengairan yang menunjukan tingginya kemampuan teknik para arsiteknya. Hingga hari ini, Alhambra tetap menjadi salah satu sombol paling kuat dari warisan islam di Spanyol. 

    Bahkan setelah berakhirnya kekuasaan Islam pada tahun 1492 M, jejak bahasa Arab tidak ikut menghilang. Banyak nama tempat di Spanyol yang masih berasal dari bahasa Arab, sepertu Gibraltar dari jabal thariq, Guadalquivir dari al-wadi al-kabir (sungai besar), Alcala dari al-qol’ah (benteng), Almeria, Guadalajara, hingga Medina Sidonia yang berasal dari kata madinah. Selain itu, ribuan kosakata bahasa Spanyol modern juga memiliki akar dari bahasa Arab, menjadi bukti bahwa pengaruh peradaban islam masih melekat hingga kini.

    Kini, dunia mengenal Spanyol sebagai juara Piala Dunia. Stadion dipenuhi sorak sorai, dan nama para pemain menjadi perbincangan. Namun sejarah mengingatkan kita bahwa jauh sebelum itu, tanah yang sama pernah melahirkan peradaban yang menerangi dunia..

    Mungkin trofi akan dikenang selama bertahun-tahun. Namun warisan ilmu dan peradaban akan terus hidup melampaui zaman. Dan itulah salah satu alasan mengapa Spanyol tidak hanya dikenang karena sepak bolanya, tetapi juga karena jejak sejarah yang pernah mengubah dunia.  

Selasa, 21 Juli 2026

Panggung Sandiwara: Tentang Hak Membohongi dan Seni Menjaga Harga Diri

Juli 21, 2026 0

 



    Ada sebuah titik dalam kedewasaan di mana kita tidak lagi ingin berdebat untuk membuktikan siapa yang benar. Kadang, kita melihat sebuah kebohongan terbentang di depan mata, namun kita memilih untuk tidak menghancurkan panggungnya. Bukan karena kita lemah, tapi karena kita menghargai ketenangan kita sendiri lebih dari sekadar pengakuan atas sebuah kebenaran.

Memilih Sunyi di Tengah Riuh Kepalsuan
   Kalimat ini bicara tentang batasan. Ketika seseorang memilih untuk berbohong, ia sebenarnya sedang menunjukkan siapa dirinya. Dan ketika kita memilih untuk "percaya serta berpura-pura tidak tahu" (at-tazhahur bi 'adamil ma'rifah), kita sedang menunjukkan kelas kita.
    Berpura-pura tidak tahu adalah sebuah kecerdasan emosional yang tinggi. Ia adalah cara kita berkata tanpa suara: "Silakan selesaikan skenariomu, aku tidak akan mengotorinya dengan kemarahanku." Ini adalah bentuk perlindungan diri agar racun dari kebohongan orang lain tidak meresap ke dalam kedamaian hati kita.

Melepaskan Tanpa Menyakiti
    Dalam blog ini, kita belajar bahwa tidak semua hal perlu dikonfrontasi. Ada kalanya, membiarkan orang lain merasa "berhasil" dengan bohongnya adalah cara paling elegan untuk menjauh darinya secara perlahan. Kita tidak perlu menjadi hakim bagi setiap kesalahan orang lain; cukup menjadi saksi yang tenang, lalu melangkah pergi dengan martabat yang masih utuh.

Karena pada akhirnya, kejujuran adalah hadiah yang sangat mahal. Jangan pernah mengharapkannya dari orang yang "murah".

Minggu, 05 Juli 2026

Qalbi Fil Madinah: Lagu Viral yang Menyimpan Kerinduan kepada Rasulullah ﷺ

Juli 05, 2026 0

 

Siapa nih yang sering mendengar lagu Qalbi Fil Madinah? Lagu yang dibawakan oleh Maher Zain dan Harris J ini sempat viral di berbagai media sosial dan sering dijadikan backsound untuk video bertema Arab atau momen-momen lainnya. Melodinya yang lembut membuat banyak orang ikut terbawa suasana, bahkan tidak sedikit yang ikut bersenandung meskipun belum mengetahui arti dari liriknya.

Nah, sebenarnya lagu Qalbi Fil Madinah bukan hanya enak didengar, tetapi juga menyimpan makna yang begitu indah. Liriknya menggambarkan kerinduan seorang muslim kepada Rasulullah , kecintaan kepada Kota Madinah, serta harapan untuk bisa semakin dekat dengan beliau melalui lantunan sholawat.

Yuk, simak terlebih dahulu lirik beserta terjemahannya, kemudian kita pahami makna yang terkandung di dalam setiap baitnya.

سَالَ دَمعِي شَوْقًا يَا حَبِيبِي إِلَيْك

فَاضَ قَلْبِي عِشْقًا بِالصَّلاةِ عَلَيك

طارتْ رُوحِي حُبًّا في المَنَامِ إليك

رَامَ كُلِّي قُرْبًا سَيِّدِي لبَّيْك

Air mataku mengalir karena rindu kepadamu, wahai kekasihku.

Hatiku dipenuhi cinta dengan berselawat kepadamu.

Ruhku terbang karena cinta, bahkan dalam mimpi menuju kepadamu.

Seluruh diriku mendambakan kedekatan denganmu. Wahai junjunganku, aku datang memenuhi panggilanmu.

قَلْبِي في المدينة وَجَدَ السَّكِينَة

قال يا نَبِينا السلامُ عليك

قَلْبِي في المدينة وَجَدَ السَّكِينَة

محمد نَبِينا السلامُ عليك

Hatiku berada di Madinah, menemukan ketenangan.

Hatiku berkata, "Wahai Nabi kami, semoga keselamatan tercurah kepadamu."

Hatiku berada di Madinah, menemukan ketenangan.

Muhammad, Nabi kami, semoga keselamatan tercurah kepadamu.

صَلَوَاتُ اللهِ وسَلامُه عليك يا رسولَ الله

صَلَوَاتُ اللهِ وسَلامُه عليك يا حبيبَ الله

صَلَوَاتُ اللهِ وسَلامُه عليك يا رسولَ الله

صَلَوَاتُ اللهِ وسَلامُه عليك يا حبيبَ الله

رسولَ الله، حبيبَ الله

رسولَ الله، حبيبَ الله

Semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadamu, wahai Rasulullah.

Semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadamu, wahai Kekasih Allah.

Semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadamu, wahai Rasulullah.

Semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadamu, wahai Kekasih Allah.

Wahai Rasulullah, wahai Kekasih Allah.

Wahai Rasulullah, wahai Kekasih Allah.

ياأبا الزَّهراء كم أحِنُّ إليك

للقُبَّةِ الخَضْرَاء جِئتُ أُصَلّي عَليْك

يا جَدَّ الحَسَنَيْن مُحمّد يا زين

يا مَن جِئتَنا بُشْرَى طَهَ نُورُ العَين

Wahai ayah Az-Zahra (julukan Nabi Muhammad), betapa aku merindukanmu.

Ke Kubah Hijau aku datang untuk berselawat kepadamu.

Wahai kakek Hasan dan Husain, wahai Muhammad yang mulia.

Wahai engkau yang datang membawa kabar gembira, wahai Thaha, cahaya mata.

قَلْبِي في المدينة وَجَدَ السَّكِينَة

قال يا نَبِينا السلامُ عليك

قَلْبِي في المدينة وَجَدَ السَّكِينَة

محمد نَبِينا السلامُ عليك

Hatiku berada di Madinah, menemukan ketenangan.

Hatiku berkata, "Wahai Nabi kami, semoga keselamatan tercurah kepadamu."

Hatiku berada di Madinah, menemukan ketenangan.

Muhammad, Nabi kami, semoga keselamatan tercurah kepadamu.

صَلَوَاتُ اللهِ وسَلامُه عليك يا رسولَ الله

صَلَوَاتُ اللهِ وسَلامُه عليك يا حبيبَ الله

صَلَوَاتُ اللهِ وسَلامُه عليك يا رسولَ الله

صَلَوَاتُ اللهِ وسَلامُه عليك يا حبيبَ الله

رسولَ الله، حبيبَ الله

رسولَ الله، حبيبَ الله

Semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadamu, wahai Rasulullah.

Semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadamu, wahai Kekasih Allah.

Semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadamu, wahai Rasulullah.

Semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadamu, wahai Kekasih Allah.

Wahai Rasulullah, wahai Kekasih Allah.

Wahai Rasulullah, wahai Kekasih Allah.

Setelah membaca terjemahannya, kita bisa mengetahui bahwa lagu Qalbi Fil Madinah mengisahkan kerinduan yang begitu mendalam kepada Rasulullah . Pada bait pertama, penyanyi mengungkapkan bahwa air matanya mengalir karena rasa rindu kepada Nabi Muhammad . Hatinya dipenuhi cinta melalui lantunan sholawat, bahkan dalam mimpinya ia berharap dapat bertemu dengan beliau. Hal ini menunjukkan bahwa cinta kepada Rasulullah dapat tumbuh begitu dalam hingga memenuhi hati seorang muslim.

Bagian yang menjadi inti dari lagu ini adalah kalimat "Qalbi fil Madinah wajada as-sakinah" yang berarti "Hatiku berada di Madinah, menemukan ketenangan." Kalimat tersebut menggambarkan bahwa Madinah memiliki tempat yang istimewa di hati umat Islam. Kota ini bukan hanya menjadi tempat dimakamkannya Rasulullah , tetapi juga menjadi simbol kedamaian, keberkahan, dan kerinduan bagi setiap muslim.

Lagu ini juga dipenuhi dengan lantunan sholawat kepada Rasulullah . Pengulangan doa tersebut mengingatkan kita bahwa bersholawat merupakan salah satu bentuk cinta kepada Nabi Muhammad . Selain menjadi doa, sholawat juga menjadi pengingat agar kita senantiasa mengingat, mencintai, dan berusaha meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Pada bait selanjutnya, penyanyi mengungkapkan keinginannya untuk datang ke Kubah Hijau di Madinah dan bersholawat di hadapan makam Rasulullah . Nabi Muhammad juga disebut dengan beberapa panggilan yang penuh kemuliaan, seperti Abu Az-Zahra, yaitu ayah dari Sayyidah Fatimah Az-Zahra, kemudian sebagai kakek Hasan dan Husain, serta Thaha, salah satu nama yang digunakan untuk menyebut Rasulullah . Sebutan-sebutan tersebut menunjukkan besarnya rasa hormat dan cinta kepada beliau.

Secara keseluruhan, lagu Qalbi Fil Madinah mengajarkan bahwa kerinduan kepada Rasulullah bukan hanya diwujudkan melalui keinginan untuk mengunjungi Madinah, tetapi juga melalui amalan yang bisa dilakukan setiap hari, seperti memperbanyak sholawat, mengikuti sunnah beliau, dan berusaha meneladani akhlaknya. Dengan begitu, rasa cinta kepada Rasulullah tidak hanya menjadi perasaan di dalam hati, tetapi juga tercermin dalam setiap langkah kehidupan kita.

Itulah makna yang terkandung dalam lagu Qalbi Fil Madinah. Di balik melodinya yang menenangkan, lagu ini mengajak kita untuk semakin mengenal, mencintai, dan merindukan Rasulullah . Semoga setelah memahami arti dari setiap liriknya, kita tidak hanya menikmati lagu ini sebagai hiburan, tetapi juga menjadikannya sebagai pengingat untuk memperbanyak selawat dan meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Rabu, 24 Juni 2026

Jari-Jari Syukur: Seni Mengikat Angin yang Bernama Nikmat

Juni 24, 2026 0

 


Pernahkah kamu merasa kebahagiaan itu seperti pasir yang digenggam? Semakin erat kita mencoba memilikinya tanpa rasa tahu diri, ia justru semakin cepat lenyap menyelinap di antara jemari. Nikmat yang ada di sekitar kita seringkali terasa begitu rapuh, datang dan pergi tanpa sempat kita maknai.

Qarrat: Ketika Hati Menjadi Rumah yang Tenang

Kata qarrat bukan sekadar "tinggal atau menetap". Ia membawa rasa ketenangan air di dalam bejana, atau burung yang akhirnya melipat sayapnya karena telah menemukan sarang yang nyaman. 

Saat kita mengucapkan syukur bukan hanya dengan lisan, tapi melalui pengakuan jujur di bilik hati, kita sedang membangun sebuah "rumah" yang hangat bagi nikmat-nikmat tersebut. Syukur adalah tali pengikat yang lembut namun tak kasat mata. Ia membuat secangkir kopi hangat di pagi hari terasa seperti kemewahan, dan senyuman sederhana dari orang terkasih terasa seperti harta karun. Nikmat sangat nyaman tinggal bersama jiwa-jiwa yang tahu cara berterima kasih. 

Farrat: Langkah Sunyi Sebuah Pengingkaran

Sebaliknya, ada kata farrat. Ia menggambarkan sesuatu yang lari menjauh dengan cepat, seperti kijang yang terkejut atau angin yang berhembus lewat celah jendela.

Kufur, atau pengingkaran adalah sikap meremehkan apa yang sudah ada di tangan demi mengejar apa yang belum digenggam. Saat kita mulai mengeluh dan memandang rendah pemberian-Nya, di situlah nikmat perlahan berkemas. Ia pergi tanpa suara. Kadang, bentuk perginya bukan berupa hilangnya materi, melainkan dicabutnya "rasa" dari materi tersebut. Rumahnya tetap megah, namun kedamaian di dalamnya runtuh. Hartanya bertambah, namun kecemasannya justru kian berlipat.


Navigasi Jiwa: Mencari Laba di Balik Riuhnya Dunia

Juni 24, 2026 0

 


Pernahkah kamu merasa harimu begitu sibuk, namun di penghujung malam, jiwamu merasa kosong? Kita seringkali terjebak dalam perlombaan mengumpulkan "keuntungan" yang kasat mata, hingga lupa bahwa ada laba yang jauh lebih abadi untuk dikejar.

Dalam sebuah nulikan indah, Ibnu Qayyim Rahimahullah mengingatkan kita:

أَعْظَمُ الرِّبْحِ أَنْ تَشْغَلَ نَفْسَكَ بِمَا هُوَ أَوْلَى وَأَنْفَعُ لَهَا فِيْ مَعَادِهَا

"Keuntungan terbesar adalah ketika engkau menyibukkan jiwamu dengan sesuatu yang lebih utama dan lebih bermanfaat baginya untuk kehidupan di akhirat".


Menyemai Benih di Ladang yang Tepat

Dunia ini hanyalah sebuah pasar persinggahan. Kita semua adalah pedagang yang sedang menjajakan waktu kita. Namun, pedagang yang paling cerdik bukanlah ia yang mendapatkan tumpukan materi paling banyak hari ini, melainkan ia yang mampu menukar detiknya dengan sesuatu yang tidak akan basi oleh zaman.

Apa itu yang "lebih utama"?

Ia adalah setiap hembusan napas yang digunakan untuk mengingat-Nya, setiap tenaga yang dikerahkan untuk menolong sesama, dan setiap pikiran yang difokuskan untuk memperbaiki diri. Saat kita menyibukkan diri dengan kebaikan untuk "hari kepulangan", kita sebenarnya sedang membangun istana di tempat yang tidak mengenal kata runtuh.

Jiwa yang Terisi, Bukan Sekadar Hari yang Sibuk

Menyibukkan diri dengan akhirat bukan berarti meninggalkan dunia. Justru, ia adalah tentang membawa niat akhirat ke dalam setiap urusan dunia kita. Menjadikan kerja sebagai ibadah, menjadikan belajar sebagai jalan mencari rida-Nya, dan menjadikan cinta sebagai jembatan menuju surga. Itulah laba yang sesungguhnya, ketenangan yang memeluk jiwa saat kita tahu bahwa apa yang kita tanam hari ini, akan kita petik di keabadian nanti.

Senin, 22 Juni 2026

Arabic is Cool, Talkshow Inspiratif tentang Peluang dan Keindahan Bahasa Arab

Juni 22, 2026 0


Pada hari Sabtu, 13 Juni 2026, telah dilaksanakan kegiatan Talk Show Kebahasaan yang diselenggarakan oleh Ittihadu At-Tholabah Litarqiyati Al-Lughah Al-'Arabiyyah (ITTAQO) dalam rangka Harlah ITTAQO ke-27 dengan mengusung tema "Arabic is Cool: Ngobrol Asik, Buka Dunia dengan Bahasa Arab". Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi mahasiswa dalam mempelajari bahasa Arab sebagai bahasa internasional yang memiliki peran penting dalam bidang pendidikan, budaya, dan komunikasi global.


Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Bapak Prof.Dr. Supardi M.A. selaku dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa bahasa Arab merupakan salah satu bahasa dunia yang memiliki kedudukan penting dalam peradaban manusia. Oleh karena itu, para mahasiswa patut berbahagia karena memperoleh kesempatan untuk mempelajari bahasa Arab sebagai bekal akademik maupun profesional di masa depan.


Selanjutnya acara memasuki sesi inti berupa talk show yang dimoderatori oleh Latifah Musfirotun dan menghadirkan Teguh Satria Pendowo, S.S.I. sebagai narasumber. Beliau merupakan Awardee LPDP PKUMI PTIQ dan MOSMA Ezzitouna University Tunisia (2023), Delegasi Internasional Asian Arabic Debating Championship Oman (2023) dan QatarDebate (2022), The Best Speaker Debat Bahasa Arab OASE PTKI se-Indonesia, DAI Muda Kementerian Agama Republik Indonesia, serta Arabic Interpreter. Dalam penyampaian materinya, narasumber menjelaskan pentingnya penguasaan bahasa Arab sebagai sarana membuka peluang pendidikan, beasiswa, jaringan internasional, dan pengembangan karier di tingkat global.

Materi yang disampaikan mencakup pengalaman belajar bahasa Arab, strategi meningkatkan keterampilan berbahasa Arab, peluang studi lanjut dan beasiswa ke luar negeri, serta pentingnya membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Sesi berlangsung interaktif dengan adanya diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber yang menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta.


Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator, pemberian apresiasi kepada narasumber, serta sesi dokumentasi bersama. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan peserta semakin termotivasi untuk mendalami bahasa Arab dan memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia melalui penguasaan bahasa tersebut.


النسخة العربية


في يوم السبت ١٣ يونيو ٢٠٢٦، أُقيمت الندوة الحوارية اللغوية التي نظمها اتحاد الطلاب لترقية اللغة العربية (ITTAQO) بمناسبة حفل ITTAQO في دورته السابعة والعشرين ، تحت عنوان: « العربية ممتعة: نتحدث بها و نكتشف بها العالم ». ويهدف هذا النشاط إلى تعزيز دافعية الطلاب لتعلم اللغة العربية بوصفها لغة عالمية ذات دور مهم في مجالات التعليم والثقافة والتواصل الدولي.


استُهل البرنامج بكلمة ألقاها الأستاذ الدكتور سوباردي الماجستير كالمدير من قسم اللغة العربية، حيث أكد في كلمته أن اللغة العربية تُعد من اللغات العالمية المؤثرة في الحضارة الإنسانية، وأن من دواعي السعادة أن يحظى الطلاب بفرصة تعلمها والاستفادة منها في مستقبلهم العلمي والمهني.


ثم انتقل البرنامج إلى الجلسة الرئيسة التي أدارتها لطيفة مسفيرة تون، واستضافت الأستاذ تيغوه ساتريا بندوو، ليسانس في الدراسات الإسلامية. وقد عرض المتحدث خبراته العلمية والدولية وإنجازاته في مجال اللغة العربية، كما بيّن أهمية إتقان اللغة العربية في فتح فرص الدراسة والمنح الدراسية والعلاقات الدولية والتطوير المهني.


وتناولت المادة المقدمة خبرات تعلم اللغة العربية، واستراتيجيات تطوير المهارات اللغوية، وفرص الدراسة والمنح في الخارج، وأهمية بناء الثقة بالنفس في التواصل باللغة العربية. كما شهدت الجلسة نقاشاً تفاعلياً وأسئلة متنوعة من المشاركين، مما عكس حماسهم واهتمامهم الكبير بالموضوع.


واختُتم النشاط بتقديم الخلاصة من قبل مديرة الجلسة، وتقديم الشكر والتقدير للمتحدث، ثم التقاط الصور التذكارية. ومن المؤمل أن يسهم هذا النشاط في زيادة حماس المشاركين لتعلم اللغة العربية والاستفادة من الفرص الواسعة التي توفرها.